Panduan memulai investasi saham untuk pemula



Investasi yang memiliki keuntungan tinggi salah satunya adalah investasi saham.
Pada awalnya untuk sebagian orang pasti merasa takut untuk mulai investasi saham. 
Entah itu karena belum ada modal, takut rugi, taku kena tipu, belum siap dan lain lain. 
Dan itu semua sangatlah wajar. 

Saham itu kadang terlihat dan terdengar sepele, gampang, tapi kadang juga rumit untuk dimengerti. 
Jadi, mari bahas tentang cara memulai investasi saham untuk pemula.

Pertama, mari bahas bayangan saham itu seperti apa 

Contoh Real Life

Misal kita beli satu produk mie instant pada tahun 1990, harganya 100 per bungkus. 
Di tahun 2002, harga mie instant tersebut naik seiring adanya inflasi dll jadi 500 per bungkus. 
Lalu di tahun 2020, harga mie instant itu juga tetap naik menjadi 1000 per bungkus. 
Nah, kalau kita menjual mie instant itu pada tahun 2002, berarti kita bisa dapat untung 400, empat kali lipat dari modal awal. Tapi kita juga bisa saja baru memutuskan untuk menjualnya di tahun 2020, maka keuntunganya menjadi 900 alias sembilan kali lipat modal awal. 
Begitulah kiranya gambaran singkat di saham, sama persis kita beli product, atau ikut menanam modal di suatu perusahaan, dan kita punya kontrol penuh untuk menjual dan membelinya kapan saja. 
Kalau perusahaan rugi kita ikut rugi, perusahaanya untung kita juga ikut untung.

Perlu Analisis
Dari contoh diatas, kan kita ga tau ya pas di tahun 1990, apakah harga mie itu bakal naik atau tidak, kan gaada mesin waktu buat cek harga tahun 2020 atau tahun 2050 nanti.
Makanya dalam saham ada yang namanya analisis fundamental yang salah satunya meliputi cara membaca kondisi suatu perusahaan yang akan kita invest apakah dia akan terus maju atau tidak kedepannya. 
Selain itu, harga saham itu bergerak setiap menit di periode open market. Jadi kita bisa mendapatkan angka pasti sebagai acuan untuk memprediski harga selanjutnya, nama ilmunya itu forecasting.
Okay mulai terdengar ribet, tapi tenang. ini kita ga hitung manual pake kalkulator kok, karna sekarang sudah jaman canggih, kita tinggal cuma click sekali dua kali udah langsung tampil hasilnya. 
Nanti dibahas lebih lanjut okay, sabar.

Cara memulai invest saham
Setelah tahu cara kerja saham seperti apa, beberapa orang pasti suka bingung, mulainya gimana dan darimana. 
Ada dua cara untuk mulai investasi saham yaitu menggunakan jasa investasi seperti reksadana atau melakukan trading saham langsung tanpa bantuan orang lain,
Untuk reksadana, namanya juga jasa investasi, pastinya ada beberapa syarat dan ketentuan mengenai hasil keuntungan yang didapatkan. 
Tapi untuk trading sendiri secara langsung tidak memerlukan biaya biaya tambahan dan semua resiko untung dan rugi ditanggung sendiri. 

Oke, untung sekarang mari bahas gimana caranya kalau trading saham sendiri tanpa menggunakan jasa investasi
Jadi, pertama harus tau dulu kalau ingin investasi saham di Indonesia, hal yang wajib di miliki ada 3

1. Akun Rekening Bank
bisa bank apa aja
2. Akun Rekening Dana untuk saham (ini ibaratnya rekening perantara antara rekening bank kita dan sekuritas)
bisa bank apa aja 
3. Akun Sekuritas (sekuritas itu Broker, atau biar gampang ingetnya semacam penyedia aplikasi untuk kita bisa jual beli saham deh)
Nanti akan dibahas cara memilih sekuritas yang oke gimana.

Contoh : 
Kita bisa saja punya misal
Rekening bank BCA, rekening sahamnya juga BCA, tapi sekuritasnya BNI sekuritas, 
Rekening bank BCA, rekening sahamnya juga BCA, dan sekuritasnya BCA juga.

satu rekening bank bisa dipakai untuk lebih dari satu sekuritas. Misal
Rekening bank BCA, rekening saham BCA, sekuritas BCA, tapi ingin punya juga sekuritas BNI
yaudah jadi nanti bikin lagi rekening saham BCA yang lain untuk sekuritas BNI


Siapkan Modal 
Yang namanya investasi ya pasti ada modalnya berapa. Nah ini disesuaikan dengan kesiapan kita masing masing. Sebaiknya mulailah dengan modal sedikit dulu saja, setelah kita benar benar mengerti cara kerjanya dan udah mulai bisa baca market, barulah tambahkan modal sesuai dengan kemampuan kita. 
Karena ingatlah, saham itu high risk but high return. Artinya resikonya tinggi tapi untungnya juga bisa paling tinggi dibanding investasi lain seperti emas atau deposito. 
Minimal pembukaan modal saham untuk beberapa sekuritas adalah biasanya Rp.100.000 
Tapi kalau ada uang lebih, disarankan mulai dari 1 juta lah, supaya bisa target saham saham bagus.


Siapkan mental dan waktu 
Mental itu penting untung memulai saham. Bahkan bisa dibilang, trading saham secara langsung itu akan menguji sikap emosi kita dalam menghadapi berbagai hal. Misal kita lagi untung besar, perlukah untuk tetap hold dan tidak menjual di masa sekarang untuk mendapatkan keuntungan lebih besar, atau saat kita rugi, perluka kita sabar menunggu sampai harganya kembali naik untuk dijual.
Tidak panik saat harga produk saham yang dibeli anjlok, atau terlalu jumawa saat harga saham yang dibeli naik melambung tinggi. Pokoknya kontrol emosi dan insting itu penting.

Mengenai waktu, ga bisa ngasal kita jual beli malam hari atau pagi buta.
Ada yang namanya jam bursa.
Di Indonesia, jam bursa efek untuk kita bisa jual dan beli saham adalah
Hari Senin – Jumat dengan 2 sesi
Sesi I   : Pukul 09:00:00 s/d 11:30:00
Sesi II  : Pukul 13:30:00 s/d 14:49:59
Diluar jam tersebut, semua transaksi kita pasti akan ditolak. 
Jadi untuk yang bukan full time trader, harus pinter pinter bagi waktu, apalagi yang sambilan sama kerjaan. Jangan sampai kerjaan utama jadi terbengkalai karena mantengin saham ya. 


Cukup sekian dulu panduan mulai investasi saham untuk pemula, nanti akan dilanjut untuk pembahasan
Hal hal penting dalam saham 
Cara transaksi jual beli saham
Cara investasi saham luar negeri

dll

Cheers,









magipost

No comments:

Post a Comment