SKETSA MIMPI

 bener bener mimpi yang tenggelam. big thx to YPT Fest 2011 yang sudah mau menerima selembar essay ini


SKETSA MIMPI
Nama                    : Iis Maryasih
Kelas                     : XII IPA 4
Asal Sekolah       : SMA Negeri 2 Kuningan

Hari ini aku masih membangun mimpi. Mimpi yang masih serupa sketsa. Tak jarang sketsa itu berubah-ubah menuruti imajinasi. Suatu tanda kelabilan remaja yang hobinya gonta-ganti hobi. Pada akhirnya,  tetap saja mesti ada keputusan, mesti ada akhir dari sebuah awalan.
Aku bukan lagi anak SD yang memiliki cita-cita hasil contekan buku atau guru. Duduk di SMA juga belum berarti aku paham dengan cita-cita yang pasti. Tapi setidaknya aku punya angan untuk mulai mengakari mimpi. Mulai membangun tujuan dan belajar mengenali diri.
Aku lahir dari keluarga biasa. Bukan remaja yang dijaga begitu ketat oleh orang tua. Itu sebabnya aku mencoba mandiri, memupuk sendiri rasa percaya diri, berekspresi sendiri dengan imajinasi. Itulah yang selama ini mesti aku syukuri. Kesempatan, keberuntungan, dan pengalaman.
Tumbuh menjadi seorang remaja yang cinta teknologi, aku menyukai software dan desain. Hobiku adalah memainkan berbagai aplikasi desain. Namun tak bisa kupungkiri, menaklukan berbagai software adalah tantangan yang menarik. Hobi ini menjadi acuanku untuk menentukan kemana harus melangkah. Namun, duduk di bangku SMA kelas XII tetap saja membuatku bingung, memastikan universitas dan jurusan yang memungkinkanku berkembang.
Hidup itu untuk menentukan pilihan. Aku tuliskan pilihan prodi Desain Komunikasi Visual, Ilmu Komputer dan Informatika dalam list tujuanku. Jika aku memilih DKV, mungkin saja aku tak akan mendalami materi pelajaran ke-IPA-an. Bagi seorang anak SMA jurusan IPA, aku cukup berat meninggalkan pelajaran Fisika dan Biologi. Begitu pun jika aku memilih informatika atau ilmu komputer. Sangat berat jika harus kuputuskan untuk tak mendalami desain yang selama ini telah menyatu dengan imajinasiku. Namun harus kuputuskan, akan ada pengorbanan untuk sebuah pilihan.
Aku mencoba membaca keinginan, mulai saja dengan mencari tahu dimana tangan dan pikiranku bertingkah lihai. Ternyata, aku lebih menyatu dengan desain. Ide kreatifku banyak tertuang dengan berkawan bersama berbagai aplikasi desain. Tidak jarang pula hobiku ini mendatangkan uang. Sebab itulah, aku bukannya maruk. Tapi tidak muluk-muluk juga jika seseorang bersekolah untuk lulus dan mendapatkan pekerjaan untuk menghasilkan uang.
Hidup itu untuk disyukuri. Aku ingin bekerja dengan pekerjaan yang membuatku nyaman dalam mengerjakannya. Percuma saja menghasilkan banyak uang tapi tidak halal dan dari pekerjaan yang membosankan. Karena hidup juga untuk dinikmati. Aku ingin menjadi seorang Profesional Designer. Tepatnya menjadi editor. Baik itu editor film, animasi, ataupun desain grafis. Bekerja di perusahaan desain ternama dan memiliki production atau creative house sendiri adalah impianku. Untuk menjadikannya kenyataan, aku harus berjuang bersama tekad dan kemampuan. Berusaha dinamis, inovatif, dan kreatif.
Desain Komunikasi Visual, inilah hasil sketsa pilihanku. Prospek kerja yang menurutku menjanjikan. Sesuai dengan catatan rencana masa depanku. Tahun ini aku telah mendaftar ke STISI TELKOM. Fasilitas yang mendukung, contohnya dengan adanya lab berbasis i-Mac Apple membuatku semakin tertarik. Alhasil, mulailah aku berharap dapat diterima dan berkarya di DKV STISI TELKOM di tahun 2012 nanti. Keputusan ini kupilih dengan dukungan orangtua dan sahabat. Orangtuaku memberi kebebasan dan kepercayaan. Aku sungguh bangga dengan sikap mereka. Kalimat inilah yang menjadi motivasiku untuk bertekad mewujudkan mimpi.
“Kamu lebih tahu bakatmu. Ayah dan ibu mendukungmu. Fokus dan bersungguh-sungguhlah. Rezeki dan kesuksesan memang Tuhan yang menentukan. Tapi itu juga bergantung dengan usaha, tekad dan niatmu untuk menggapainya.”
Sungguh aku ingin mempersembahkan kesuksesan untuk orangtuaku. Aku ingin mempersembahkan karya nyata yang sempurna, yang tak lagi sekedar sketsa mimpi belaka.

magipost

No comments:

Post a Comment